Menyambut Kelahiran Si Kecil: Syariat Aqiqah dalam Islam

Daftar Isi

Saat kebahagiaan menyapa keluarga dengan kelahiran seorang bayi, umat Muslim mempersembahkan aqiqah sebagai ungkapan syukur. Ini bukan sekadar menjalankan syariat, tapi juga momen penuh makna dan kebaikan.

Aqiqah, seringkali dilakukan pada hari ke-7, ke-14, atau ke-21 setelah kelahiran, memperlihatkan rasa syukur pada Allah SWT atas anugerah kehadiran bayi. Bagi anak laki-laki, disarankan untuk menyembelih dua kambing, sementara anak perempuan cukup satu kambing.

Namun, aqiqah bukanlah kewajiban mutlak. Ini adalah sunnah yang dianjurkan, jika mampu melaksanakannya. Bagi yang kesulitan secara finansial, aqiqah dapat diabaikan tanpa masalah.

Melalui aqiqah, kita tidak hanya meneladani sunnah Rasulullah SAW, tetapi juga berbagi kebahagiaan dengan sesama, mempererat ikatan keluarga dan persaudaraan.

Bagaimana cara melaksanakan aqiqah dengan tepat? Waktunya yang ideal adalah pada hari ke-7 setelah kelahiran. Namun, jika tidak memungkinkan, bisa dilakukan pada hari ke-14 atau ke-21. Yang terpenting, aqiqah harus sesuai dengan kemampuan finansial.

Hewan yang dipilih untuk aqiqah haruslah yang sehat, seperti kambing atau domba yang telah mencapai usia minimal satu tahun.

Daging hasil aqiqah harus dibagikan kepada tetangga dan keluarga. Berbeda dengan daging kurban, daging aqiqah harus dalam kondisi matang sebelum dibagikan.

Aqiqah juga menjadi saat tepat untuk memberi nama pada si kecil, dengan harapan nama tersebut membawa berkah dan kebaikan.

Ada doa khusus yang dibaca saat menyembelih hewan aqiqah dan doa untuk perlindungan bagi bayi yang sedang di-aqiqahkan.

Terkait biaya aqiqah, ini menjadi tanggung jawab orang tua, namun boleh juga dibiayai oleh orang lain sesuai kesepakatan.

Meski melalui jasa layanan aqiqah, yang terpenting adalah niat untuk melakukan aqiqah dengan sungguh-sungguh.

Momen aqiqah ini memang spesial. Sebaiknya, persiapkan dengan cermat termasuk menabung untuk memudahkan pelaksanaannya. 

Semoga melalui aqiqah ini, kita dapat meneladani nilai-nilai kebaikan dan keberkahan dalam menyambut kehadiran si kecil di tengah-tengah keluarga.

Posting Komentar